PATI, koranmadura.com – Seorang tukang pijat bayi atau yang kerap disebut dukun bayi asal Desa Ngagel, Kecamatan dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Paijah (60), bakal berangkat berhaji tahun ini.
Paijah telah tergabung pada kelompok terbang (kloter) 59 asal Pati. Dan rencananya akan berangkat menuju tanah suci pada tanggal 2 Agustus mendatang.
Kepada wartawan, Paijah mengaku, sudah menabung sejak belasan tahun yang lalu. Dan mulai mendaftar haji di kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati sekitar 7 tahun yang lalu.
“Saya punya anak empat, tahun 2004 alhamdulillah mereka sudah lulus sekolah semua. Saat itu saya sudah mulai menabung buat menjalankan rukun islam kelima ini. Sampai pada tahun 2011 saya mendaftar,” katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa, 31 Juli 2018.
Paijah bercerita, setiap hari dia harus berjalan kaki ke rumah warga yang bayinya hendak dipijat. Dia pun tak pernah mematok harga khusus atas keahlian yang dimilikinya sejak usia muda itu.
“Biasanya ya warga sekitar desa sini. Ya mulai merawat bayi itu, memijat, dan lain sebagainya. Memang kan untuk mijat itu nggak sembarangan, kalau salah bisa-bisa malah sakit,” paparnya.
Biasanya, sekali pijat dia bisa mendapatkan uang sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Bahkan, tak jarang dia memijat secara gratis karena sang orang tua bayi sedang tidak punya uang.
Selama 15 hari, dia mengaku, dirinya mampu mengumpulkan uang sebesar Rp 500 ribu dari pekerjaannya memijat bayi. (DETIK.com/ROS/VEM)