SUMENEP, koranmadura.com- Setelah menginisiasi pembentukan Ranting NU di Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini peserta KKN Instika (Institut Ilmu Keinslaman Annuqaayah) di desa tersebut kembali memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kontribusi nyata dimaksud ialah para mahasiswi ini mengajak masyarakat setempat memanfaatkan buah melon menjadi multifungsi. Salah satunya menjadi permen. “Ini salah satu program kami di bidang ekonomi,” kata Ketua Posko 42 KKN Instika, Juhairiyah, Minggu, 29 Juli 2018
Mahasiswi asal Pamekasan ini mengungkapkan, ide pembuatan permen dari melon didapat oleh salah seorang peserta KKN ketika menginventarisir beberapa potensi alam di Desa Lapa Laok.
“Ketika kami tanya ke masyarakat, ternyata buah melon dijual apa adanya. Dari situ kami mencoba cari formulasi agar buah melon bisa multifungsi. Akhirnya kami mengajak masyarakat untuk juga menjadikan melon sebagai bahan permen,” tambahnya.
Mengenai komposisinya, Koordinator Bidang Ekonomi Posko 42 KKN Instika, Romlatun Mustafidhah menyebutkan, di antaranya: melon, kelapa, beras ketan, gula pasir, dan garam. Pembuatan permen tersebut dimulai dengan pengukusan beras ketan dengan buah melon.
Setelah matang kemudian dicampur dengan gula, kelapa, dan garam. Kemudian dimasak kembali sampai lengket dan mudah dibentuk. “Alhamdulillah, dengan kegiatan ini membuat masyarakat antusias dan merasa gembira. Hal ini nampak ketika masyarakat antusias membantu memarut kelapa, memasak adonan, membungkus permen dan mencicipi permen,” ungkap Romla
Hal itu diakui Hosnawiya, salah seorang warga setempat yang ikut serta dalam pembuatan permen berbahan dasar melon. Dia mengaku senang karena bisa membuat permen berbahan dasar dari salah satu sumber daya alam Desa Lapa Laok.
“Saya kira kegiatan ini sangat bermanfaat. Kegiatan seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Semoga ini bisa terus dikembangkan, minimal ketika masa-masa hari raya,” tuturnya. (FATHOL ALIF/SOE/D4N)