SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (PUPRKP) dan Cipta Karya, serius mengatasi persoalan banjir yang dalam beberapa tahun terakhir kerap melanda wilayah kota.
Hal tersebut terlihat dari berbagai kegiatan normalisasi maupun pembangunan saluran air yang mulai digalakkan. Dinas PUPRKP dan Cipta Karya sejauh ini terus melakukan normalisasi drainase. Salah satunya drainase di Jalan Raya Gapura yang menuju Kali Patrian dengan anggaran sebesar Rp 650 juta dan pembangunan drainase mulai dari Jalan Kartini sampai Jalan Jati Mas menuju Kali Patrian dengan anggaran Rp 4 miliar.
Normalisasi juga dilakukan pada saluran di wilayah Koramil Kota menuju Kali Patrian dengan anggaran Rp 800 juta. “Kemudian ada pembangunan kolam detensi di Desa Kolor yang anggarannya sebesar 925 juta rupiah,” kata Kepala Dinas Dinas PUPRKP dan Cipta Karya Sumenep, Bambang Iriyanto.
Bambang menjelaskan, selama ini banjir kerap terjadi di wilayah perkotaan karena tingginya debit air. Sehingga menyebabkan drainase yang ada tidak mampu menampung debit air tersebut. Hal itu diperparah kurangnya serapan yang mampu menyerap air saat curah hujan tinggi.
Belum lagi, lanjut Bambang, semua saluran air yang ada di wilayah kota diarahkan ke Kali Marengan. Sehingga tak jarang menyebabkan Kali Marengan over kapasitas saat terjadi hujan deras.
“Tapi kami sudah upayakan agar ke depan saluran air tersebut tidak bertumpu kepada satu kali. Selain ke Kali Marengan, kami juga arahkan ke Kali Patrian. Kami juga membuat kolam detensi untuk menampung air,” tambahnya.
Tak sekadar melakukan normalisasi dan membangun drainase baru, menurut Bambang pihaknya juga membentuk tim yang akan terus melakukan pembersihan drainase. Jumlahnya 25 orang.
“Tim ini dibagi dua kelompok. Pertama dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB ada 12 orang. Kemudian mulai pukul 12.00 sampai 16.00 WIB ada 13 orang. Mereka nantinya yang akan menjaga kebersihan drainase agar tidak sampai tersumbat,” paparnya.
Selebihnya Bambang mengungkapkan, bahwa dalam menangani banjir di wilayah perkotaan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) setempat. “Sebab penanganan banjir ini harus ada sinergiritas antar OPD,” ungkapnya.
Bambang berharap, ke depan penanganan banjir di Sumenep tidak hanya dibebankan kepada Pemkab. Masyarakat juga perlu berpartisipasi menangani persoalan banjir. Paling tidak dengan tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi ke drainase.
“Salah satu penyebab banjir juga karena membuang sampah sembarangan. Lebih-lebih jika dibuang ke saluran drainase. Itu bisa membuat saluran tersumbat. Karenanya kami meminta agar masyarakat tidak membuang sampah ke drainase atau ke sungai agar tidak terjadi penyumbatan saluran air,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)