SUMENEP, koranmadura.com – Petambak garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus menjerit. Pasalnya, harga kristal putih itu terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Sekitar setengah bulan lalu harga garam di kalangan petambak dipatok Rp 2.400 per kilogram. Kemudian sepekan setelahnya kembali mengalami penurunan, yakni menjadi Rp 1.400 per kilogram, dan pekan ini harga garam turun lagi menjadi Rp 1.300 per kilogram.
“Hampir setiap minggu harga garam rakyat turun. Sekarang harganya Rp 1.300 per kilogram,” kata Sahidin salah satu petambak garam asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget.
Salah satu penyebabnya karena permintaan sedikit dan produksi melimpah. Karena saat ini semua petambak garam masih panen semua. Sahidin berharap pemerintah bisa mencarikan solusi agar harga garam kembali normal. “Kalau harga ini tetap bertahan, bisa saja nanti petambak merugi,” jelasnya.
Idealnya kata dia, harga garam di atas Rp 2.250 per kilogram.
Seperti diketahui bahwa kabupaten paling ujung timur pulau Madura ini terdapat beberapa daerah penghasil garam, seperti di Kecamatan Kalianget, Saronggi, Gili Genting, dan juga Kecamatan Gapura.
Pemerintah daerah tahun ini menarget produksi garam mencapai 260 ribu ton. Target tersebut lebih tinggi dari capaian produksi tahun lalu. Di tahun 2017, hasil produksi garam di Sumenep mencapai sekitar 232 ribu ton. Mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun 2016 lalu yang hanya mencapai sekitar 17 ribu ton. (JUNAIDI/SOE/DIK)