SUMENEP, koranmadura.com — Hingga pertengahan tahun, pembuatan elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) atau KTP-el di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum kunjung tuntas.
Saat ini masih terdapat sekitar 13 ribu dari 866 ribu wajib KTP yang belum melakukan perekaman. “Persentasenya masih 87 persen dari jumlah wajib KTP. Jadi, ada sekitar 13 ribuan yang belum melakukan perekaman,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep, Akh Zaini.
Kementerian Dalam Negeri mulai memprogramkan pembuatan KTP-el pada 2009 lalu. Awalnya, pembuatan KTP-el yang dilayani di empat kota, yakni Padang, Makasar, Yogyakarta dan Denpasar.
Keempat kota itu ditunjuk sebagai proyek percontohan oleh pemerintah pusat. Sedangkan kabupaten/kota yang lain resmi diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri sejak 2011.
Dilansir dari website resmi pemerintah setempat, Sumenep baru melayani perekaman KTP-el sekitar awal 2012. Pelayanan itu hanya bisa dilakukan di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Lenteng.
Sementara 25 kecamatan lain belum melayani perekaman KTP-el karena terkendala peralatan yang belum ada. Setelah peralatan sudah lengkap, semua Kecamatan bisa melayani perekaman KTP-el. Hanya saja sampai saat ini banyak warga yang belum melakukan perekaman.
Menurut Zaini warga yang belum melakukan perekaman adalah warga yang berada di daerah pedalaman. Rata-rata mereka tidak mengetahui pentingnya KTP. Sehingga meski orangnya masih ada tidak memperdulikan pembuatan KTP, selain karena faktor lanjut usia.
Mayoritas yang tidak melakukan perekaman lanjut Zaini berada di daerah Kepulauan. Namun, dia tidak menampik kalau di wilyah daratan juga ada.
”Nah, ini yang kami sisir nanti, kami akan jemput bola kebawah, baik diperekaman maupun dipembuatan akte kelahiran. Petugas kami saat ini sudah jalan,” jelas Zaini.
Kabupaten Sumenep terdiri 126 pulau baik berpenghuni mapun tidak bepenghuni. Semantara jumlah Desa terdapat 334 Desa/Kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan daratan maupun kepulauan.
Pihaknya menargetkan tahun depan proses perekaman tuntas semua. ”Kami berupaya tahun 2019 perekaman mencapai 100 persen,” tegasnya. (JUNAIDI/SOE/VEM)