SEMARANG, koranmadura.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menemui ulama karismatik KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Kepada Mahfud, Mbah Moen berpesan soal kandidat Cawapres Jokowi di pemilu 2019 mendatang.
Hal itu diungkapkan Mahfud usai menjadi promotor uji promosi doktor ilmu hukum mantan komisioner KPU RI, Ida Budhiati di Fakultas Hukum Undip Semarang. Mahfud bercerita, dirinya bertemu Mbah Moen sebelum ke Semarang atau hari Jumat, 20 Juli 2018 malam kemarin.
“Pesan Mbah Moen semua nama yang muncul sebagai cawapres itu orang baik semua, sehingga nanti jangan ada yang tertinggal membangun bangsa ini,” katanya, Sabtu, 21 Juli 2018.
Untuk diketahui 10 nama Cawapres Jokowi yang suda muncul saat ini yaitu Ketum PPP Romahurmuziy, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, Ma’ruf Amin, Din Syamsuddin, Moeldoko, dan Mahfud Md.
Meski masuk dalam salah satu nama cawapres Jokowi, Mahfud menegaskan pertemuannya itu bukan secara khusus membahas soal itu, melainkan untuk menjenguk Mbah Moen yang dikabarkan sakit.
“Saya sering ke Mbah Moen. 6 bulan sekali. Mbah Moen kan sakit, saya dari luar negeri begitu mendarat saya tengok. Alhamdulillah sudah sehat dan pikirannya masih jernih,” jelasnya.
Dia menuturkan, kunjungannya ke Mbah Moen di Rembang sudah dilakukan bahkan sejak sebelum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi presiden. “Sejak sebelum Gus Dur jadi presiden saya sudah sering ke sana, waktu Gus Dur jadi presiden dia bertanya ke Mbah Moen, Mahfud itu bisa tidak diangkat jadi Menteri Pertahanan, bisa itu, bagus. Mbah Moen juga yang merekomendasikan. Hamzah Haz sebagai ketua umum PPP merekomendasikan saya menjadi Menhan mewakili unsur NU,” paparnya.
Mahfud juga mengaku tidak ada persiapan menjadi cawapres Jokowi setelah namanya masuk dalam daftar. Dia merasa belum pasti terpilih karena cawapres ditentukan oleh parpol pengusung dan capres yang diusung. “Saya tidak melakukan persiapan apa-apa. Kan belum tentu juga terpilih,” ujarnya. (DETIK.com/ROS/DIK)