SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah wartawan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi solidaritas di Jalan Trunojoyo, Sumenep, Kamis, 5 Juni 2018.
Aksi solidaritas itu sebagai bentuk kutukan dan mengecam keras kasus kekerasan yang dialami jurnalis beritajatim.com Oryza Ardiansyah Wirawan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Kami mengutuk keras dan menyesalkan peristiwa kekerasan yang dialami oleh saudara kami di Jember,” kata Ahmadi, Ketua Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS) dalam orasinya.
Baca: Jurnalis Jadi Korban Pengeroyokan saat Persid Jember Vs Sindo Dharaka
Menurutnya, jurnalis saat menjalankan tugasnya dilindungi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999. Sesuai yang termaktub dalam UU itu, disebutkan pada pasal 4 ayat 3 UU tersebut bahwa pers berhak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.
Selanjutnya, barang siapa menghalang-halangi pelaksanaan upaya mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda maksimal Rp 500 juta.
Oleh karena itu, pihaknya mewakili semua insan pars di Kabupaten berlambangkan kuda terbang itu meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. “Peristiwa itu menambah panjang daftar tindak kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, makanya kami minta kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku tanpa memandang bulu,” tegasnya.
Kutukan itu juga dilontarkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep Moh Rifa’i. Menurutnya, aksi tersebut termasuk aksi premanisme. “Makanya kasus ini harus diungkap tuntas oleh Polisi,” tegasnya.
Aksi pengeroyokan dan pemukulan tersebut terjadi saat Oryza melakukan peliputan pertandingan sepak bola lanjutan Liga 3 antara Persid Jember vs Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Rabu (4 Juli 2018) sore.
Aksi kekerasan yang dialami jurnalis tersebut terekam video amatir yang diambil oleh penonton di atas tribun. Dalam video tersebut, Oryza dianiaya oleh pemain Sindo Dharaka dan salah satu oknum TNI yang terlihat memukul dan menginjak tubuh Oryza di tepi lapangan.
Kejadian ini sendiri bermula saat pertandingan usai dengan skor akhir 1-1, kemudian tiba-tiba pemain Sindo Dharaka mendatangi wasit dan mengerumuninya. Oryza yang saat itu sedang melakukan peliputan spontan mengambil ponselnya untuk mengambil foto dan tiba-tiba oknum TNI mendatanginya serta menegur karena mengambil foto.
Bahkan, saat itu ponsel milik oryza sempat dirampas oleh oknum TNI. Namun, setelah yang bersangkutan mengatakan dirinya adalah wartawan, akhirnya ponsel itu dikembalikan. Tak lama, sejumlah pemain Sindo Dharaka mendatangi Oryza dan melakukan penganiayaan dengan memukul dan menendang, sehingga membuatnya harus harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik. (JUNAIDI/ROS/DIK)