MAKASSAR, koranmadura.com – Segenap pejabat dan warga Makassar mendirikan salat gerhana pada Sabtu (28/7) dini hari. Salat gerhana bertempat di anjungan Pantai Losari.
Salat khusuf (salat gerhana) dipimpin oleh Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar KH Masykur Musa.
“Alhmdullilah kita salat di Losari, ramai dan khusuk sekali, karena ini juga sekalian salat subuh jadi sangat langka,” kata warga Minasaupa yang turut hadir, Harri.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang menginisiasi GMSBB (Gerakan Makassar Shalat Subuh Berjamaah) menyebut momen ini menjadi lebih luar biasa karena dirangkaikan dengan salat subuh.
“Ini kali kedua kita melaksanakannya. Pertama, di awal tahun 2018 tepatnya kita salat isya. Dan sekarang di akhir Juli 2018 yang terjadi setelah lewat tengah malam. Makanya, saya mengajak umat Muslim Kota Makassar melaksanakan salat khusuf pada saat terjadinya gerhana bulan hari ini. Dipastikan, seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Kota Makassar mengalami gerhana bulan,” ucapnya.
Sebab, kata Danny, Gerhana bulan atau yang lebih terkenal dengan istilah supermoon merupakan fenomena alam sebagai salah satu pertanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Danny mengatakan Gerhana Bulan kali ini lebih besar keutamaannya. Karena, dilaksanakan sebelum salat subuh. Di mana, salat sebelum salat subuh itu lebih baik dari dunia dan seisinya.
“Juli 2018 ini banyak keberkahan. Hari ini kita menyaksikan kebesaran Allah. Besok, kita kedatangan bapak Presiden RI, Jokowi dalam kegiatan jalan santai sahabat Indonesia. Dan kita juga ikut serta dalam meramaikan Asian Games dengan melakukan pawai obor,” ujar Danny.
Di samping itu, Danny, berharap agar seluruh warga juga mendoakan agar Kota Makassar tetap aman dan kondusif, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah maupun bencana.
“Melalui doa yang disampaikan itu, insya Allah Kota Makassar yang kita cintai ini menjadi rumah kita bersama yang aman, nyaman, tertib, religius dengan masyarakatnya yang sejahtera,” harapnya.
(DETIK.COM/VEM)