BANDUNG, koranmadura.com – AR (22), mahasiswa Telkom University (Tel-U) yang diduga bunuh diri di kamar kosnya meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Apa isi surat wasita tersebut?
Di layar monitor laptop milik korban, saat ditemukan oleh saksi mata meninggalkan tulisan nomor telpon untuk menghubungi kakaknya. “Tolong telepon Kaka Dahu 081xxxxxxxxx,” tulis korban di laptop miliknya.
AR merupakan mahasiswa semester akhir angkatan 2014. AR diduga bunuh diri karena memiliki permasalahan pribadi yang tak kunjung lulus kuliah. “Melihat permasalahannya jelas memiliki permasalahan individu (pribadi),” kata Manager Kemahasiswaan Tel-U, Soni Sandono di indekos korban, Jumat, 20 Juli 2018.
Soni mengungkapkan, permasalahan tersebut diketahui dari surat wasiat yang ditulis korban di layar monitor laptop miliknya.
“Dia mengakui kesalahan. Selama dua tahun ini memang kuliah sudah tidak masuk, (surat wasiat) di teks di komputer,” ungkapnya.
Menurutnya, korban sudah menyiapkan segalanya. “Dia sudah menyiapkan, sudah menuliskan kontak person (kakak) nya, tolong hubungi kakak saya. Kakanya sudah datang tadi,” ungkapnya.
Soni menambahkan, korban dikenal pendiam. Hanya saja jarang masuk kuliah. “Orangnya tertutup, hal tersebut juga diakui oleh kakaknya,” tambahnya.
Soni tidak menjelaskan isi dari surat wasiat itu. Dia menyimpulkan isi dari surat wasiat itu, permintaan maaf kepada keluarganya. “Jika disimpulkan punya kesalahan, bilang ke keluarga mau sidang, tapi tidak,” jelasnya.
Laptop dan telepon milik korban sudah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut. (DETIK.com/ROS/VEM)