SUMENEP, koranmadura.com – Warga Pulau Gili Manok, Kecamatan Nonggunong, Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, harus menyeberangi pulau untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebab, di pulau kecil itu tidak ada tenaga media yang bertugas.
Hal itu dikatakan oleh H. Mas’ud Ali. Anggota Komisi IV DPRD Sumenep itu mengaku sangat prihatin atas kondisi tersebut. Sebab, warga merasa kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Oleh karenanya dirinya sebagai wakil rakyat di gedung parlemen meminta Pemerintah Daerah untuk memperhatikan kondisi tersebut. “Warga berharap pemerintah memperhatikan secara serius dengan memenuhi kebutuhan mereka. Sebab masyarakat disana kesulitan untuk mendapatkan penanganan medis yang maksimal,” katanya.
Menurutnya, meski pulau Manok kecil namun jumlah penduduk cukup padat dibandingkan pulau lain. Ketika cuaca buruk, kata Mas’ud, masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tidak bisa untuk menyebrang ke Pulau Gayam. Sehingga mereka bertahan meski dalam kondisi sakit hingga cuaca kembali normal.
“Maka dari itu, pemerintah daerah harus memperhatikan kebutuhan mereka. Meskipun ada Puskesmas pembantu (Pustu), nyatanya banyak tidak ditempati. Akibatnya keberadaan Pustu nyaris tidak berfungsi untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, dr. Fatoni membenarkan belum adanya tenaga media di Pulau Gili Manok. Saat ini tenaga medis hanya di Kecamatan Nonggunong. Disana terdapat perawat dan bidan yang statusnya suka relawan (sukwan).
“Sedangkan untuk Pulau Manok memang belum ada tenaga medis. Tetapi kami akan berusaha agar di Pulau Manok ada tenaga medis,” katanya.
Fatoni menjelaskan, apabila tahun ini ada pengangkatan Pegawai Tidak Tetap (PTT) bidan atau perawat, akan diupayakan dan diprioritaskan di Pulau Manok. Untuk sementara ini, pihaknya meminta supaya warga Pulau Manok berobat ke Nonggunong dulu.
Menurutnya, Sumenep masih kekurangan tenaga medis. Sehingga banyak pulau kecil tanpa ada petugas medis. “Banyaknya pulau di Sumenep ini membutuhkan perhatian ekstra untuk pelayanan kesehatan. Dari itu tidak bisa serta merta langsung terpenuhi semua. Tapi kami akan bekerja maksimal agar semua warga mendapatkan penanganan medis sesuai yang dibutuhkan,” tukasnya.
Untuk diketahui, Sumenep terdiri dari 134 desa/kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan. Sedangkan dari 27 kecamatan, 9 kecamatan berada di wilayah kepulauan. Jumlah pulaunya mencapai 126. (JUNAIDI/ROS/DIK)