PASURUAN, koranmadura.com – Lulusan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) memiliki nama unik, Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila (26). Nama unik itupun mendadak viral. Bahkan, dua saudaranya juga memiliki nama yang juga unik.
Nama unik Ganyang viral di sejumlah media sosial terutama Whatsapp. Dalam gambar viral yang didapatkan Minggu, 29 Juli pagi, menunjukkan foto identitas diri diduga bagian album kenangan kelulusan di salah satu universitas.
Ganyang menempuh tercatat lulus pada 21 Juli 2017. Dalam foto itu tertera tulisan dalam font besar dengan tulisan kapital: JURUSAN SEJARAH/PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH (S1).
Nama-nama unik dan patriotik ini pemberian orangtuanya, Prayitno Putro dan Eni Widayati. Selain Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila, ada kakak Ganyang bernama Bela Nusa Bangsa (29), dan adik Ganyang, Bara Tegak Keadilan (22), yang juga menjadi mahasiswa UM.
Pemberian nama-nama unik ini terinsipirasi gerakan politik sebelum jatuhnya rezim Orde Baru (Orba). “Kata Papa, saat adik lahir kan suasana politik lagi panas. Banyak demo-demo untuk menjatuhkan Pak Harto. Ya Papa kan pro dengan gerakan itu. Karena itu adik diberi nama itu,” kata Bela saat ditemui di rumahnya Jalan Cilosari Perum Tembok Indah Kota Pasuruan.
Bela mengaku, ayahnya seorang guru sejarah memberi nama-nama unik itu secara sadar. Namun dia tak memahami harapan orangtuanya memberi nama Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila. Nama tersebut juga sesuai akta lahir dan surat administrasi kependudukan dan pendidikan lainnya. “Ada aktanya. Sayangnya saya gak tahu di nama tempatnya,” terang perempuan manis ini.
Bela juga membenarkan Ganyang kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) mengambil jurusan Pendidikan Sejarah. Ganyang lulus pada Oktober 2017 dan baru wisuda Sabtu 28 Juli lalu. Sementara dirinya saat ini bekerja di Pemkot Pasuruan. “Saat ini adik saya di Malang. Kemarin wisuda belum pulang. Katanya ada keperluan dengan dosennya,” papar Bela.
Sayangnya, media ini belum bisa menggali lebih dalam terkait nama unik yang disandang Ganyang dan saudaranya. Prayitno, ayah mereka sedang tak ada di rumah. Sementara Ganyang sendiri juga berada di luar kota. “Papa kan juga guru sejarah, ada kegiatan di sekolah, Ganyang juga masih di Malang,” tandas Bela.
Sementara Kepala Bagian Kemahasiswaan UM Taat Setyohadi sata dikonfirmasi membenarkan nama tersebut adalah mahasiswanya. “Itu benar mahasiswa kami, memang namanya unik, berbeda dengan mahasiswa lain. Sekarang sudah lulus,” ungkapnya.
Seingat Taat, Ganyang merupakan mahasiswa angkatan lama. Mahasiswa asal Pasuruan itu, memulai bangku kuliah pada tahun 2010 lalu. Akan tetapi, Ganyang mengambil program studi pendidikan sejarah tersebut, baru bisa mengikuti wisuda ke-92 atau tahun ini.
“Baru wisuda, minggu kemarin, karena dia telat mendaftar. Sekarang kan secara online, mungkin dia tidak tahu. Termasuk mahasiswa angkatan lama, yang juga lama selesainya juga,” terang Taat.
Dia mengatakan, sejak awal masuk atau menjadi mahasiswa baru Ganyang sudah menjadi perbincangan antar temannya. Sebab, memiliki nama unik dan kurang begitu familiar.
Kampus sendiri ketika awal menerima berkas penerimaan Ganyang, sempat mempertanyakan kebenarannya. “Ya sempat bingung dan bertanya-tanya, namun orangtuanya dan yang bersangkutan menyatakan itu memang benar namanya,” beber Taat menceritakan.
Menurut dia, orang tua Ganyang tentunya memiliki alasan kuat untuk menyandangkan nama yang begitu tak lazim. Semangat dari makna di dalam nama itu, kemungkinan diharapkan menjadi penyemangat Ganyang dalam kehidupannya. “Tentunya, bisa menjadi spirit bagi yang bersangkutan, orang tuanya pasti memiliki tujuan dan pesan dengan nama yang diberikan,” tuturnya. (DETIK.com/ROS/VEM)