SUMENEP, koranmadura.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum mencairkan honor untuk pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) hingga hari ini, 5 Juli 2018. Padahal, mestinya honor itu sudah cair kemarin.
Pembantu Bendahara Panwaslu Sumenep, Imron Baihaki mengakui tentang hal itu. “Mestinya pencairan honor PTPS itu kemarin,” katanya.
Dia menjelaskan, sebetulnya kemarin pihaknya sudah akan melakukan transfer melalui rekening masing-masing PTPS. Namun pada saat dilakukan verifikasi oleh pihak bank, ternyata banyak data rekening yang tidak valid.
Untuk itu, sejak kemarin sampai berita ini ditulis, pihak Panwaslu terus melakukan konfirmasi. “Kami minta kepada Panwascam untuk melakukan cros cek kembali sesuai nomor rekening masing-masing,” tambahnya.
Imron tidak menjelaskan secara detil berapa jumlah data rekening PTPS yang tidak valid. Namun dia yakin, adanya banyak kesalahan data rekening tersebut, bukan karena faktor kesengajaan. Tapi murni disebabkan adanya kesalahan saat melakukan input data.
“Tapi, sehubungan dengan telah adanya perbaikan yang dilakukan sejak kemarin, tadi malam sampai sekarang, hari ini akan kami proses pencairannya,” tegas Imron.
Untuk diketahui, jumlah PTPS di kabupaten paling timur Pulau Madura pada Pilgub Jatim kali ini ialah 2.399. Lebih sedikit dari jumlah seluruh TPS yang mencapai 2.400. “Karena ada di Dungkek itu, satu desa hanya satu TPS. Sehingga tidak perlu ada PTPS. Langsung ditangani oleh PPL,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)