PAMEKASAN, koranmadura.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berencana untuk mengembangkan Water Treatment Plan (WTP) di Desa Kodik, Kecamatan Proppo.
Direktur PDAM Pamekasan, Agoes Bachtiar mengatakan, pengembangan WTP yang direncanakan pada tahun 2019 untuk memperluas jangkuan pelanggan.
“Saat ini tempat pengelolaan air hanya mampu memproduksi air konsumsi 50 liter per detik. Kondisi ini perlu terus dikembangkan,” kata Agoes Bachtiar, Selasa, 3 Juli 2018.
Rencana pengembangan WTP membutuhkan suntikan dana sebesar Rp 41 miliar. Dengan dana itu, WTP bisa mempu memproduksi 200 liter per detik.
“Jika dikembangkan dengan dana itu bisa mencapai 200 liter per detik. Ini penting untuk memperluas jangkauan kepada pelanggan. Sekarang dari WTP itu dapat menyalurkan air kepada pelanggan di Kecamatan Tlanakan, Kota dan Kelurahan Kangenan,” ungkapnya.
Agoes menambahkan, apabila pengembangan WTP itu tuntas, kemungkinan besar dapat mencukupi kebutuhan air di wilayah selatan bumi Gerbang Salam berdasarkan rencana dalam pengembangan WTP berikutnya.
“Kebutuhan anggaran WTP ini sangat besar, sehingga tidak bisa kalau hanya mengandalkan APBD. Kami telah mengajukan anggaran itu melalui APBN,” terangnya.
Namun sebelum pengembangan WTP dilakukan, PDAM Pamekasan akan memperluas embung yang tidak jauh dari WTP tersebut. “Dananya ini masuk pada anggaran yang Rp 41 miliar itu,” terangnya. (RIDWAN/ROS/VEM)