SUMENEP, koranmadura.com -Rehabilitasi-rekonstruksi ratusan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi beberapa waktu lalu belum selesai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengklaim prosesnnya telah mencapai 75 persen.
“Rehabilitasi-rekonstruksi yang sudah dilakukan saat ini telah mencapai 75 persen,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi.
Menurut mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep ini, dalam prosesnya rehabilitasi-rekonstruksi dilakukan bersama-sama oleh masyarakat setempat, relawan dan TNI.
Jika tidak ada hambatan, menurut dia rehabilitasi-rekonstruksi ratusan rumah rusak akibat gempa bumi berkekuatan 4,8 skala richter itu ditarget selesai akhir Juli ini. “Atau awal Agustus,” tambahnya.
Baca juga: Pemkab Sumenep Belum Salurkan Bantuan Stimulan untuk Korban Gempa
Sesuai data BPBD, jumlah rumah yang rusak akibat gempa bumi yang terjadi Rabu malam, 13 Juni 2018 lalu, ialah 156 unite, baik rusak ringan, sedang, hingga berat. Paling banyak di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih.
“Alhamdulillah dalam penanganan rehabilitasi-rekonstruksi ini banyak pihak yang mendukung. Baik dari kalangan BUMD, BUMN dan sebagainya. Sehingga penangannya bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Selebihnya dia menyampaikan, setelah proses rehabilitasi-rekonstruksi selesai, yang harus dituntaskan berikutnya ialah pemulihan dan pengentasan dampak trauma psikologis para korban gempa. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)