SUMENEP, koranmadura.com – Bantuan stimulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk ratusan korban gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu belum tersalurkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi menyampaikan, bahwa penyaluran bantuan stimulan itu masih dalam proses akhir.
“Masih dalam proses. Tapi ini sudah disetujui oleh Bapak Bupati. InsyaAlah Senin akan kami salurkan,” tutur mantan Sekretaris Bappeda Sumenep itu, Kamis, 19 Juli 2018.
Bantuan yang akan diberikan kepada korban nilainya beragam. Mulai dari Rp 500 ribu sampai 2 juta, sesuai dengan Perbup. Besar bantuan tergantung tingkat kerusakan rumah para korban.
“Karena selain bantuan stimulan, mereka sudah dibantu meterial bangunan. Seperti genting, kayu, semen dan sebagainya. Bahkan paku juga dibantu,” tambah Rahman.
Sesuai data BPBD Sumenep, jumlah rumah rusak akibat gempa berkekuatan 4,8 skala richter pada Rabu malam, 13 Juni 2018, mencapai 156 rumah. Mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat. Daerah yang paling banyak parah terdampak ialah di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)