SAMPANG, koranmadura.com – Rehabilitasi gedung sekolah yang belum selesai hingga kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali aktif, puluhan siswa harus bersekolah di area parkiran tanpa menggunakan papan tulis.
Kondisi tersebut dialami peserta didik SDN Tambelangan 2, Kecamatan Tambelangan, Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin, 16 Juli 2018. Akibat kondisi tersebut, dipastikan kegiatan KBM tidak akan berjalan maksimal.
Baca: Empat Ruang Kelas SDN 2 Tambelangan Ambruk, 117 Siswa Diliburkan
Tidak hanya itu, para anak didik juga terus mengeluh lantaran seringkali matanya kelilipan karena terkena debu pengerjaan bangunan. Para siswa pun meminta untuk dipulangkan lebih awal.
Kepala Sekolah SDN Tambelangan 2, Siti Hikmatul Hasanah mengaku, untuk saat ini proses KBM di sekolahnya belum maksimal dikarenakan masih menunggu pengerjaan rehab gedung selesai.
Kondisi disekolahnya saat ini kekurangan ruang kelas untuk belajar. Oleh sebab itu, piahaknya mengaku untuk siswa kelas II, III dan IV harus belajar di luar ruangan. “Untuk kelas II dan III belajar di twras warga, sedangkan siswa kelas IV belajar di area parkiran sekolah. Papan tulis di masing-masing tempat akan kami usahakan ada. Bisa disandarkan di tiang atau di tembok. Terpenting KBM bisa berjalan,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap pengerjaan rehab tersebut segera diselesaikan dengan tanpa mengabaikan kualitas bangunan. Karena dengan adanya ruang kelas, aktivitas KBM dapat berjalan dengan baik dan tidak terlantar di luar.
“Murid yang belajar di laur berjumlah 55 anak. Perinciannya, kelas II, 15 siswa, kelas III, 21 dan kelas IV, 20 siswa. Kami juga masih bingung siswa baru akan ditempatkan dimana,” tuturnya.
Terpisah, rekanan pelaksana pembangunan SDN Tambelangan 2, Moh. Salim mengklaim, bahwa progres pengerjaan dua ruang kelas sudah masuk tahap finishing seperti pemasangan atap plafon, pemasangan lampu, bersih-bersih bahan material dan semacamnya.
Namun demikian, pihaknya mengakui bahwa permintaan untuk diselesaikan pada Minggu, 15 Juli kemarin tak bisa ditepati. “Memang diharapkan sudah selesai pemasangan atap dan plafon itu selesai minggu kemarin, Tapi pengawas dari disdik meminta agar pemasangan plafon ditunda. Sebab, Pj Bupati akan melihat kualitas bangunan dan kayu yang digunakan untuk kerangka atap,” ujarnya.
Pihaknya juga mengakui keterlambatan tersebut juga disebabkan karena adanya kendala saat mendapatkan kebutuhan material. “Kemarin itu kami kesulitan untuk medapatkan material karena berbenturan dengan hari raya idul fitri, toko-toko material banyak yang tutup,” pungkasnya.
Untuk diketahui, ada empat ruang kelas ambruk yang menimpa SDN Tambelangan 2 pada 2 Juni 2018 lalu. Diduga, bangunan sudah tidak sanggup lagi menahan beban atap dan genting.
Empat gedung yang saat ini di rehab yaitu kelas I, II, III dan IV. Dua ruang kelas yakni kelas III dan IV dalam pemasangan plafon dan genting. Sedangkan dua kelas lainnya yakni kelas I dan II belum dikerjakan sama sekali. (MUHLIS/ROS/DIK)