SUMENEP, koranmadura.com – Perbaikan atau rehabilitasi bangunan rusak akibat digoncang gempa bumi, 13 Juni 2018 lalu, di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sampai sekarang terus dilakukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengungkapkan, rehabilitasi rumah warga yang rusak ditarget selesai akhir Juli atau awal Agustus mendatang.
“Sekarang proses rehabilitasi terus dilakukan. Target penyelesaiannya kalau tidak akhir Juli, awal Agustus,” kata mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep itu.
Bangunan yang menjadi prioritas perbaikan ialah fasilitas pelayanan dasar masyarakat, seperti madrasah, sekolah, musalah dan masjid. Selanjutnya akan beralih kepada rumah-rumah warga yang rusak berat.
“Setelah fasilitas pelayanan dasar, rumah-rumah warga yang rusak berat juga kami bantu. Kami bekerjasama dengan Kodim Sumenep dan Danrem 084,” tambahnya.
Sejauh ini, dia mengklaim bahwa bangunan yang sudah direhabilitasi mencapai sekitar 20 persen. Sebab sebagian warga yang rumahnya mengalami rusak ringan, melakukan perbaikan secara mandiri. “Seperti hanya retak-retak, itu diperbaiki secara mandiri,” paparnya.
Sesuai data BPBD, akibat digoncang gempa bumi berkekuatan 4,8 SR, sebanyak 156 bangunan rusak. Paling banyak di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih. “Rinciannya sebanyak 38 rusak berat, 42 rusak sedang dan sisanya rusak ringan,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)