PAMEKASAN, koranmadura.com – Pemerintah kembali membuka rekrutmen calon pegawai negara sipil atau ASN pada akhir bulan juli. Namun, kebijakan itu disayangkan oleh DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, lantaran tidak memprioritaskan pengabdian tenaga honorer (K2).
Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Ismail mengatakan bahwa seharusnya pemerintah tidak membuka rekrutmen baru. Sebab ada ribuan tenaga honorer (K2) yang nasibnya terkatung-katung.
“Semestinya K2 dituntaskan dulu, baru kalau sudah selesai membuka secara umum,” katanya, Selasa, 24 Juli 2018.
Ismail mengaku sudah menyampaikan keluhan tersebut saat ke Jakarta bersama perwakilan K2 agar diutamakan diangkat menjadi pegawai.
“Keluhan kami sudah disampaikan dan kami minta kepada pemerintah pusat agar memperhatikan nasib K2. Kasihan mereka, karena ada yang sudah mengabdi dua puluh tahun. Namun, mereka tidak di perhatikan,” jelasnya. (SUDUR/SOE/DIK)