SAMPANG, koranmadura.com – Bu Marjenten (75), warga asal Dusun Laok Leke, Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur sempat dibuat resah ketika hendak salat subuh lantaran dua ekor sapinya dicuri oleh maling. Ia sangat terkejut ketika dua ekor sapinya tidak ada dalam kandang. Nenek janda itu pun berteriak hingga mengundang beberapa warga sekitar.
Tak ada yang bisa ia lakukan selain melapor ke Kades dan Polsek setempat, walaupun ia sadar bahwa peluang sapinya kembali begitu sulit. Sebab biasanya, ketika sapi sudah keluar kandang, maka pantang untuk kembali. Namun, usaha dan doa menguatkan Bu Marjenten. Keyakinan kembali cukup kuat.
Selang beberapa waktu kemudian, keyakinan itu benar, ternyata berdasarkan hasil penelusuran jejak kaki, sapi Bu Marjenten ditemukan di desa tetangga sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak hanya itu, dua sapinya juga ditemukan di dua lokasi berbeda. Sapi pertama ditemukan di belakang kandang rumah korban. Sedangkan sapi kedua ditemukan di rumah kosong, di Dusun Panggung, Desa Robatal, Kecamatan Robatal.
“Setelah saya melaporkan kejadian ini ke Kades dan polisi, saya dibantu warga mencari sapi itu. Selang beberapa jam, alhamdulillah sapinya berhasil ditemukan di tempat berbeda, 1 ekor ditemukan di belakang kandang saya, 1 ekornya lagi di rumah kosong di Dusun Panggung, Desa Robatal,” tutur Bu Marjenten, Selasa, 10 Juli 2018.
Ibu janda pengungsi Sampit ini menceritakan, dirinya baru merasa kehilangan disaat hendak ambil wuduk untuk menunaikan salat subuh. Nahas, setelah menyempatkan melihat sapinya di kandang ternyata sudah dalam keadaan kosong. “Saya pun berteriak maling dan kemudian melapor ke Kades serta polisi,” pungkasnya.
Sementara Kapolsek Robatal, Iptu Heriyanto mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mengerahkan anggotanya untuk ikut melakukan pencarianan bersama tokoh masyarakat dan warga setempat dengan mengikuti jejak kaki sapi yang dibawa pelaku. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap korban untuk dilaporkan ke Mapolres Sampang.
“Ada dua sapi yang hilang, tapi satu sapinya ditemukan di desa tetangan, di rumah kosong, kalau satunya ditemukan di belakang kandangnya milik korban. Dalam kejadian ini kami masih akan lakukan pemeriksaan dulu kepada pihak korban, selanjutnnya dilaporkan ke Polres Sampang,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, pihaknya mengaku akan terus menggalakkan patroli dan melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat agar bersama-bersama menjaga ketertiban dan keamanan desa bersama-sama. (Muhlis/SOE/D4N)