SUMENEP, koranmadura.com – Kesadaran masyarakat memilih pemimpin pada kontestasi Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 sangat minim.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, lebih separuh masyarakat Sumenep memilih golput (golongan putih).
Komisioner KPU Sumenep Malik Mustofa mengatakan, tingkat kehadiran masyarakat dalam Pilgub Jatim 2018 hanya 50,8 persen. Dari 875.644, jumlah suara yang diterima KPU yang digunakan hanya 498.078 surat suara, sementara yang tidak digunakan sebanyak 377.269 surat suara. Sementara, jumlah suara sah total mencapai 488.757 dan tidak sah mencapai 93.21 suara.
“Partisipasi cukup baik, meski hanya mendekati 60 persen. Tetapi kalau dibandingkan dengan Pilgub sebelumnya ada peningkatan sekitar 6 persen,” katanya kepada media.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep, jumlah penduduk Sumenep sebanyak 1.126.724 orang. “Kami sudah gerakkan semua, baik dari unsur penyelenggara dari KPU itu sendiri, PPK hingga PPS untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Meski hasilnya masih mendekati 60 persen,” jelasnya.
Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka, dari dua pasangan calon yang bertarung di Pilgub Jatim 2018 dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu, yakni 1 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dengan perolehan suara sebanyak 248.074 suara. Sementara pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno hanya mendapatkan suara sebanyak 240.683 suara.
“Hasil ini kami langsung sampaikan ke KPU Provinsi, dan selanjutnya kita tinggal menunggu jadwal rekap di Provinsi,” tandasnya. (JUNAIDI/SOE/VEM)