GAZA, koranmadura.com – Defense for Children International-Palestine yang merupakan organisasi nonpemerintah (NGO) hak-hak anak melaporkan, setidaknya pasukan militer Israel telah menembak mati 25 anak-anak Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak awal tahun ini.
Menurut laporan itu, di Jalur Gaza saja, tentara-tentara Israel bertanggung jawab atas kematian 21 anak-anak Palestina tahun ini. Dari jumlah itu, sebanyak 18 anak-anak kehilangan nyawa mereka saat ikut serta dalam aksi-aksi demo massal di perbatasan Gaza dengan Israel, yang dimulai sejak 30 Maret lalu.
NGO tersebut menambahkan, pasukan Israel telah dengan sengaja menewaskan 21 anak-anak dengan menggunakan peluru tajam, dan bahwa 11 orang di antaranya ditembak di bagian kepala dan leher. “Militer Israel meneruskan eskalasinya dengan menggunakan kekuatan mematikan dan peluru-peluru tajam terhadap anak-anak Palestina yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi militer,” demikian statemen NGO tersebut.
NGO itu pun menyerukan penangkapan para tentara Israel yang menewaskan atau melukai anak-anak Palestina, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Setidaknya 135 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel dalam aksi-aksi demo di Jalur Gaza sejak Maret lalu. Total 14.811 warga Palestina juga mengalami luka-luka dalam bentrokan saat aksi-aksi demo tersebut.
Bentrokan di Gaza mencapai puncaknya pada 14 Mei lalu, menjelang peringatan ke-70 tahun Hari Nakba, yang tahun ini bertepatan dengan pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. (DETIK.com/ROS/VEM)