JAMBI, koranmadura.com – Namanya Nanda Elisa, gadis kecil asal Jambi ini harus berjuang hidup melawan penyakit lumpuh yang dideritanya. Anak dari pasangan Suhaimi (47), dan Anisa (42), lahir dengan kondisi yang tidak biasa.
Warga Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi, itu terganggu sejak dia dilahirkan. Di usianya yang beranjak 11 tahun itu, gadis kecil yang kerap disapa Nanda hanya menghabiskan waktu kecilnya terbaring di kasur.
Bahkan dia kerap menangis kala menahan sakit perut yang acap kali dialaminya. Tidak hanya itu, penderitaan yang dia rasakan, selain mengalami lumpuh, Nanda juga tidak bisa berbicara.
Berbagai upaya kesembuhan telah dilakukan oleh orangtuanya. Mulai dari dirawat di rumah sakit, bahkan mencoba pengobatan alternatif agar penyakit Nanda bisa teratasi.
Namun upaya itu sia-sia, tubuh Nanda kian hari kian mengurus, bentuk kakinya pun juga panjang sebelah. Jika harus dirawat dengan maksimal, maka masalah biayalah menjadi kendalanya. “Kalau untuk dirawat dirumah sakit biaya terbatas, bapak hanya seorang petani karet,” ujar sang kakak, Wanda kepada wartawan, Senin, 13 Agustus 2018.
Terkadang Winda sering kali meneteskan airmatanya tiap saat melihat kondisi adik bungsunya itu. Dia kadang merasa tak tega kala harus melihat penderitaan sang adik yang hanya terbaring lemah sejak terlahir di dunia.
Ingin rasanya sakit yang diderita sang adik dapat bisa disembuhkan. Namun semua itu terhambat karena permasalahan biaya. “Hanya bisa nangis ketika melihat penderitaan yang dialami adik. Selama 11 tahun ia (Nanda) harus mengalami sakit itu,” ungkapnya sedih.
Permasalahan faktor ekonomilah yang membuat penyebuhan Nanda sering terhambat. Dengan penghasilan orangtuanya yang tak menentu sebagai petani karet, tidak memungkinkan mampu membawa Nanda untuk berobat dan mendapatkan perawatan yang semestinya.
Winda hanya berharap, agar sang adik bisa dibantu penyembuhannya, agar sakit yang adiknya alami dapat diobati dengan maksimal. “Memang kalau untuk berjalan mungkin itu tidak bisa, karena Dokter sudah memvonis adek lumpuh permanen dengan kondisi kaki yang kecil dan panjang sebelah. Cuman hanya ingin adik bisa berbicara saja itu sudah syukur alhamdulilah, berharap sekali ada pihak yang mau membantu pengobatannya,” katanya penuh harapan. (DETIK.com/ROS/VEM)