JAKARTA, koranmadura.com – Keputusan Indonesia untuk membeli pesawat tempur Shukoi dari Rusia mendapat respon kurang baik dari Amerika Serikat (AS).
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan. Menurutnya, negeri adikuasa itu mulai cawe-cawe dan menekan Indonesia.
“Rusia berkenan imbal beli, di tengah jalan Amerika Serikat mulai cawe-cawe (intervensi). Kalau ada transaksi dengan Rusia ada ancaman lain, kita diplomasi itu,” ujar Oke dalam acara gathering eksportir di Kantor Bea dan Cukai Jakarta, Selasa 7 Agustus 2018.
Dijelaskan Oke, Indonesia membeli 11 pesawat Shukoi dari Rusia dengan skema imbal beli. Dengan kata lain, kesediaan Indonesia membeli pesawat Shukoi senilai 1,14 triliun dolar AS disertai dengan kesepakatan bahwa Rusia akan membeli komoditas dari Indonesia sebesar 50 persen dari nilai pembelian pesawat tersebut atau setara dengan 570 juta dolar AS.
Lebih lanjut, Oke mengungkapkan, bahwa komoditas yang disepakati untuk dibeli oleh Rusia dari Indonesia adalah karet, kelapa sawit, teh, dan kopi. Oke berharap, skema imbal beli ini bisa diterpakan untuk produk-produk yang lain untuk mendorong peningkatan nilai ekspor Indonesia.
“Kenapa tidak kita imbal belikan, dengan negara yang kita beli migasnya, dengan mewajibkan (imbal beli),” kata Oke. (KOMPAS.com/ROS/DIK)