SAMPANG, koranmadura.com – Upacara untuk merayakan HUT kemerdekaan RI ke-73 tahun bukan hanya bisa dilakukan di daratan saja, melainkan juga bisa dilakukan di tengah laut seperti yang dilakukan Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML) bersama SKK migas.
Lebih tepatnya, peringatan itu dilakukan di tengah-tengah Selat Madura, sekitar 65 km dari Surabaya dan 16 km dari Pulau Madura, Jumat, 17 Agustus 2018.
Upacara kemerdekaan ini dilakukan di atas Kapal Karapan Armada Sterling III yang berfungsi sebagai Floating Production Storage and Offloading (FPSO) dari lapangan BD yang dikelola HCML. Meski ombak kencang karena kondisi angin kurang lebih berkecepatan 15 Knot, sekitar 70 peserta upacara mengikuti seluruh proses upacara yang dipimpin oleh kepala perwakilan SKK Migas Jabanusa Ali Mahsyar yang bertugas sebagai Inspektur Upacara.
Dalam sambutannya, Ali Mahsyar membacakan sambutan dari SKK Migas Amin Sunaryadi, yakni tahun 2018 merupakan tahun yang perlu dibanggakan bersama karena Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke 18.
Sehingga dengan itu, pihaknya mengajak seluruh industri hulu migas untuk menyatukan energi. “Mari satukan energi, semangat persatuan dan kesatuan. Merdeka, merdeka, merdeka,” tegasnya.
Disi lain, Ali mengungkapkan, bahwa HMCL sangat vital dalam menjaga ketahanan energi nasional. Terlebih lagi mengingat pertumbuhan konsumsi energi Indonesia mencapai 7 persen per tahun dibandingkan konsumsi energi dunia yang hanya sebesar 2,6 persen per tahunnya.
Pada semester pertama tahun ini, rata-rata lifting minyak bumi telah mencapai 771 ribu barel per hari (bopd). Sedangkan untuk gas bumi, lifting mencapai 1 juta 152 ribu setara barel minyak per hari (boepd). Total pencapaian lifting migas Indonesia semester pertama adalah 1 juta 923 ribu boepd atau 96 persen dari target APBN 2018.
Capaian tersebut lebih besar dari capaian semester satu tahun lalu yang baru mencapai 92 persen dari target APBN. “Segenap Manajemen SKK Migas kepada seluruh pekerja di sektor migas. Karena berkat kerjasama yang baik antara kedua belah pihak, maka ketahanan energi nasional bisa diwujudkan. Dan momentum peringatan HUT kemerdekaan RI ke 73 ini, mari kita manfaatkan untuk kembali menyadari bahwa kita adalah pekerja migas yang mengemban amanah untuk mengisi kemerdekaan dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh insan migas Indonesia untuk bersinergi dengan mengedepankan profesionalitas dan integritas. “Terus dan teruslah berkarya, pastikan prestasi industri hulu migas berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)