KALSEL, koranmadura.com – Megawati alias Memey, istri penjaga sarang burung walet di Pelaihari, Tanahlaut, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengaku trauma sehingga tak berani lagi menemani suaminya berjaga.
Perempuan itu sempat dirawat di rumah sakit daerah selama dua hari, akibat pingsan saat berjalan masuk hutan setelah disekap kawanan perampok. “Saya memilih bersama mama di rumah. Hanya suami saja yang bolak balik ke sarang burung walet. Saya trauma hingga kini. Saya tidak berani melihat televisi,” katanya.
Memey mengaku, selama disekap, tangan dan kakinya diikat. Mata ditutup dan mulut disumpal kain, celana dan pakaiannya juga digunting.
Pelaku, kata Memey, sangat bernafsu ingin memperkosanya, cuma dicegah temannya agar tidak melakukan perbuatan itu. Pelaku juga mengambil perhiasannya. Beruntung pelaku diduga memiliki penyakit impotensi sehingga gagal saat hendak beraksi.
Memey mengaku pura-pura pingsan dan berdoa dalam hati agar diselamatkan dari aksi pemerkosaan para pelaku. “Satu pelaku ingin memperkosa. Dia juga yang memakan buah, minum kopi,” katanya. (TRIBUNNEWS.com/ROS/DIK)