SURABAYA, koranmadura.com – Pilihan metode SMA jaringan dirasa lebih efektif dan juga sangat murah. Hal itu diungkapkan Kabid Pembinaan SMA Dindik Jatim, Ety Prawesti. Menurutnya, dalam prosesnya transformasi jaringan dari sekolah induk ke sekolah di bawahnya cukup menggunakan live streaming.
SMA jaringan akan menghubungkan sekolah-sekolah yang ditunjuk dalam proses pembelajaran maupun saat ulangan sekolah. Dengan begitu, sekolah-sekolah yang berada di bawah sekolah induk akan memiliki standar soal dalam ulangan yang sama dengan sekolah induk.
“Jadi guru harus serius dalam memahami proses pembelajaran di sekolah induk. Termasuk latihan-latihan soal yang dilakukan antara sekolah induk dengan sekolah di bawahnya. Dengan begitu pemerataan mutu pendidikan juga akan terjadi akselerasi,” tuturnya.
Menurut Ety, dalam ujicoba SMA jaringan ini, sekolah dari Sapeken, Sumenep dapat langsung mengikuti pengarahan Kepala Dindik Jatim di Surabaya. “Sekolah cuma perlu menggunakan kamera HP dan bisa langsung terhubung. Dindik Jatim yang akan membangun pola jaringannya, sehingga pembelajaran berlangsung efektif,” tutur dia.
Tidak hanya dengan sekolah induk, koneksi untuk penguatan model pembelajaran juga dapat dilakukan langsung dengan sekolah-sekolah di luar negeri yang telah bekerjasama dengan Dindik Jatim secara daring.
“Target kami adalah perbaikan nilai UN sekolah-sekolah yang sebelumnya banyak mendapat nilai di bawah SKL. Selain itu, kita juga mengejar persentase tingkat penerimaan dalam SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri),” pungkasnya. (TRIBUNNEWS.com/ROS/VEM)