SUMENEP, koranmadura.com – Komisi III DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur berjanji akan mengawasi realisasi pekerjaan proyek.
Komisi III juga mewarning Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor agar benar-benar mematuhi ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan di dalam kontrak.
“Saat ini sudah banyak pekerjaan proyek yang direalisasikan. Kami akan melakukan pemantauan semaksimal mungkin,” kata Anggota Komisi III, Moh Ramzi.
Menurutnya, kualitas hasil dan spesifikasi teknis, harus benar-benar diperhatikan dan diutamakan oleh rekanan. Disamping juga memenuhi kuantitas dan akuntabiltas secara administratif maupun keuangan.
Selama ini kata Ramzi disinyalir banyak rekanan yang tidak mengutamakan kualitas. “Sehingga banyak pekerjaan fisik sering mengecewakan rakyat karena kualitasnya buruk. Baru seumur jagung, hasil pekerjaannya sudah rusak,” jelasnya.
Dalam waktu dekat kata Ramzi, komisinya akan meninjau langsung ke lokasi pekerjaan. Itu dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan RAB.
“Jika ada temuan yang tidak sesuai akan kami panggil rekanan dan dinas terkait sebagai pengguna anggaran. Karena semua penggunaan anggaran harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Apalagi kata Ramzi, selama ini Sumenep terkesan menjadi pembuangan proyek. Sebab, banyak proyek yang dibiayai melalui APBN mangkrak. Seperti proyek silo jagung, dan klaster rumput laut di Batuan. (JUNAIDI/SOE/DIK)