SUMENEP, koranmadura.com– Setelah menyatakan mundur dari kontestasi politik DPRD Jawa Timur, akhirnya salah kader muda NU Sumenep, M Muhri positif maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sumenep dari daerah pemilihan (Dapil) V. Ketua GP Ansor Sumenep ini maju di detik-detik akhir pemberkasan di KPU Sumenep. Ia menggantikan Abdul Waris yang menyatakan mundur.
Namun, langkah maju mundurnya Muhri ini mendapat tanggapan dari banyak kalangan, termasuk dari Mantan istri Bupati Sumenep, Wafiqah Jamilah. Nyi Mila, sapaan akrabnya tidak ingin Muhri jadi korban politik. Karena politik, lanjut Nyi Mila selalu penuh intrik.
Analisa politik Nyi Mila berkaitan erat dengan isu adanya deal-deal politik di tingkat elit PKB Sumenep. Sebab beberapa elit PKB Sumenep juga dikabarkan maju sebagai calon anggota legislatif provinsi. Salah satu yang sudah santer melancarkan sosialisasi adalah Ibu Nurfitriana Busyro Karim, istri Bupati Sumenep. Perempuan asli Nusa Tenggara Barat (NTB) itu didaftarkan PKB ke KPU dengan nomor urut 3.
Selain Fitriana, sosok yang juga gencar mensosialisasikan diri adalah Nur Faizin (Jen) yang kini menjabat Koordinator Wilayah (Korwil) Densus 26 Madura. Putra KH. Fawaidl Roji, mantan anggota DPRD Sumenep dari PKB didaftarkan ke KPU dengan nomor urut 7.
Saat dikonfirmasi, Muhri membenarkan kalau dirinya memang maju dari Dapil V. Namun, ia membantah ada intrik dan deal-deal politik dari para elit PKB.
“Demi Allah tak ada hubungannya dengan itu semua,” kata Muhri saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis, 2 Agustus 2018
Ia mengaku sebenarnya tidak punya keinginan untuk terjun pada kontestasi politik. Namun, ia hanya menjalankan perintah Kiai Imam Hasyim yang tak lain adalah Ketua DPC PKB Sumenep.
“Sebenarnya saya sudah tidak terpikir lagi untuk nyaleg. Tapi saya diperintah Kiai Imam Hasyim agar mengganti Mas Abdul Waris yang mengundurkan diri,” kata Muhri menjelaskan perihal pencalonannya.
Alasan lain kata Muhri adalah pesan dari Ketua PC NU Sumenep, KH Panji Taufiq. “Kiai Panji meminta saya untuk lebih konsentrasi di Sumenep. Mungkin pesan itu sebagai isyarat dari beliau setelah saya mengundurkan diri dari kontestasi politik di DPRD Jatim,” jelasnya. (SOE/VEM)