SAMPANG, koranmadura.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berencana melakukan regrouping terhadap belasan sekolah dasar (SD). Hal itu akibat semakin merosotnya jumlah peserta didik.
Kabid Pembina SD Disdik Sampang, Mawardi mengatakan, berkurangnya jumlah peserta didik itu bukan karena adanya aturan zonasi, melainkan memang jumlah peserta didik untuk tingkat SD yang semakin berkurang. “Kekurangan peserta didik itu, juga mengindikasi program KB berhasil,” ujarnya, Rabu, 8 Agustus 2018.
Selain itu, minimnya peserta didik SD juga karena semakin maraknya SD Swasta dan MI di wilayahnya. “Kita, kan, tidak bisa mencegah SD swasta atau MI agar tutup. Tapi kami sudah meminta kepada para kepala sekolah untuk mengelolah sekolahnya secara maksimal agar masyarakat tetap percaya dan menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah berstatus negeri,” tegasnya.
Akibat berkurangnya jumlah peserta didik di tingkat SD, menurut Mawardi kemungkinan ada 13 sekolah di daerahnya akan dilakukan regrouping atau penggabungan dengan mengutamakan sekolah yang satu halaman. Sekolah-sekolah yang akan diregruping jika jumlah siswanya sudah sangat minim.
“Sebenarnya rencana regrouping itu sudah lama. Namun hingga sekrang masih terhambat oleh suksesi Pilkada. Regrouping bertujuan untuk efisiensi. Sehingga nanti gurunya bisa dipindah-tugaskan ke sekolah yang memang kekurangan guru,” tambah dia.
Lebih Jauh Mawardi menyampaikan, belasan sekolah yang direncanakan regrouping berada di sejumlah wilayah. Salah satunya di wilayah kota, seperti SDN Karang Dalam 6 yang saat ini siswanya sudah tidak ada lagi akan diregrouping dengan SDN Karang Dalam 1.
“Kemudian ada juga di wilayah Kecamatan Jrengik, seperti SDN Kalangan Perahu 1 dan 2. Terus ada juga di Kecamatan Ketapang dan di beberapa wilayah lainnya yang tersebar di Sampang,” pungkasnya. MUHLIS/FAT/VEM