SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep dalam waktu dekat akan mengevaluasi pasar hewan ternak terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pasalnya, pasar hewan yang telah menghabiskan anggaran miliar rupiah itu tidak diminati pedagang. “Akan kami lakukan evaluasi. Pemerintah tetap mengupayakan sosialisasi meyakinkan masyarakat, dan fasilitas yang telah dibangun pemerintah tetap digunakan sesuai dengan aturan yang sudah ada,” kata Wakil Bupati Sumenep, Ach Fauzi, Kamis, 9 Agustus 2018.
Menurutnya, tujuan pemerintah melakukan pembangunan pasar tersebut tak lain untuk dijadikan sentral pasar hewan, baik sapi, kambing hingga burung. Namun, proses tersebut, diakui Fauzi, membutuhkan waktu yang cukup lama.
Terlebih, politisi PDIP ini juga menjelaskan, bahwa walaupun pasar hewan tersebut kurang diminati, pemerintah tidak pernah memaksakan kehendak agar pedagang hewan berpindah ke pasar tersebut.
“Yang terpenting adalah, sudah ada pembicaraan antara kepala desa dengan bupati mengenai perpindahan pedagang,” tukasnya.
Untuk diketahui, areal pasar ternak terpadu mencakup seluas 2,1 hektare. Untuk sementara pasar akan beroperasi setiap Senin (pedagang kambing) dan Kamis (pedagang sapi) dan diperkirakan bisa menampung 1.500 ekor sapi dan kambing. (JUNAIDI/ROS/VEM)