SAMPANG, koranmadura.com – Meski masuk musim kemarau dan musim panen, produksi garam di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, masih belum memenuhi target panen sebesar 82.500 ton.
Kepala Bagian Pegaraman, PT Garam III di Sampang, Eko Salahudin mengatakan, sejak dua bulan musim produksi, sementara masih menghasilkan produksi garam sebanyak 20.000 ton. Sedangkan target produksi garam di wilayahnya hingga akhir tahun sebanyak 82.500 ton.
“Memang sekarang musim produksi dan panen, dan jumlah itu belum memenuhi target 82.500 ton hingga akhir tahun,” kata Eko Salahudin, kepala PT Garam III, yang terletak di Desa Pengarengan, Sampang, Kamis, 9 Agustus 2018.
Tidak hanya itu, pihaknya mengaku melakukan pembelian garam rakyat hasil dari para petambak garam yaitu senilai Rp 1.450 per kg. Akan tetapi informasinya, pembelian garam oleh pemerintah masih dibawah dari harga pihak swasta yakni Rp 1.600 per kg. “Dan memang kami mampu melakukan pembelina seharga Rp 1.450 per kilo gram,” paparnya.
Namun demikian, produksi garam tersebut hanya dalam dua bulan terakhir. Sedangkan produksi garam masih berlangsung dan dimungkinkan hingga Oktober akan semakin melimpah mengingat musim kemarau saat terlihat bagus. (MUHLIS/ROS/VEM)