PAMEKASAN, koranmadura.com – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, baru terserap 30,69 persen dari jumlah anggaran sebesar Rp 2 triliun.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan, Taufikurrahman mengatakan, faktor minimnya serapan APBD tahun 2018 lantaran proyek-proyek besar belum terlaksana.
Saat ini, terdapat sejumlah proses lelang di bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP), terutama proyek dengan anggaran besar.
Menurut Taufiqurrahman, realisasi APBD tahun ini belum diakumulasikan dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) yang pencairannya tidak melalui Kas Daerah.
“Realisasi APBD masih mrncapai 30,69 persen pertanggal 30 Juni 2018, karena ada proyek besar belum terealisasi,” kata Taufiqurrahman, Rabu, 8 Agustus 2018.
Pria asal Sumenep itu menambahkan, faktor lainnya serapan ABPD tahun minim, karena seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hanya mengerjakan proyek pengadaan langsung.
“Untuk pekerjaan sederhana yang sifatnya pengadaan langsung sudah dikerjakan di masing-masing OPD, kami berharap proses lelang proyek besar ini tidak ada kendala, sehingga pembangunan lancar dan tidak terkendala di akhir tahun,” pungkasnya. (RIDWAN/ROS/DIK)