PAMEKASAN, koranmadura.com – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mendesak pemerintah setempat untuk menutup tempat karaoke secara permanen.
Hal itu disampaikan oleh salah satu juru bicara ormas Islam, Herman. Ia meminta agar pemerintah menutup karaoke yang ada di Pamekasan secara total alias permanen, biar maksiat tidak semakin marak. Bahkan kata Herman, kalau perlu dimasukkan ke raperda.
“Kami desak pemerintah agar karaoke itu ditutup secara total dan hak penindakan beserta pengawasan dari Satpol PP perlu diperkuat,” minta Herman saat serap aspirasi di Komisi 1 DPRD Pamekasan, 20 Agustus 2018.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail mengatakan bahwa pihaknya memang sengaja mengundang ormas- ormas Islam untuk melakukan serap aspirasi untuk minta masukan terkait tempat karaoke.
“Jadi kita sengaja mengundang ormas Islam yang ada di Pamekasan dan juga beberapa mahasiswa yang ada di perguruan tinggi. Dalam ini, kita hanya sebatas mendengarkan bukan dalam agenda mau berdebat. Jadi, pada prinsipnya mereka itu meminta untuk mencabut izin usaha karaoke yang ada di Pamekasan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setelah menerima masukan-masukan dari oramas, kemungkinan besar karaoke di Gerbang Salam itu akan ditutup permanen. “Kemungkinan di tutup secara permanen,” pungkasnya.
Perlu di ketahui, pada serap aspirasi ini, beberapa ormas yang hadir, diantaranya adalah FPI, LPI, Auma serta beberapa perwakilan mahasiswa. (SUDUR/SOE/DIK)