SUMENEP, koranmadura.com – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun anggaran 2018 masih rendah. Bahkan, hingga saat ini belum mencapai 50 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiyadi mengungkapkan, hingga akhir Agustus ini, serapan anggaran baru mencapai sekitar 32 hingga 35 persen.
Pria yang akrab disapa Edy itu menjelaskan, serapan anggaran masih rendah karena banyak faktor. Salah satunya pengerjaan program fisik banyak belum terealisasi, meski kenyataannya proses lelang sebagian besar selesai.
“Kalau kegiatan sudah jalan semua. Tetapi realisasi fisik di lapangan, itu yang tidak mendukung,” kata mantan Kepala Dinas PU Bina Marga itu, Kamis, 30 Agustus 2018.
Namun demikian, pihaknya optimis pengerjaan program fisik selesai antara Oktober sampai November. Sehingga pada akhir tahun (Desember) penyerapan anggaran fokus pada pengerjaan PAK.
Agar tidak terus terulang, menurut Edi ke depan proses perencanaan akan dilakukan lebih awal. Sehingga lelangnya bisa selesai lebih awal. “Sehingga paling lambat pengerjaan program fisik selesai semua di bulan Oktober,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)