SAMPANG, koranmadura.com – Kapolda Jawa Timur, Irjen Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan bahwa suhu politik di Sampang, Madura sempat memanas setelah terjadi demo besar-besaran hingga aksi lempar batu beberapa waktu lalu.
Hal itu diungkapkan berdasarkan catatan informasi keamanan yang dikantongi Mapolda pasca Pilkada Serentak 2018 digelar.
“Informasi keamanan pasca Pilkada Serentak masih tersisa di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk di Madura. Makanya kami minta tolong kepada para kiai dan ulama di Sampang agar bisa mengendalikan situasi. Kita serahkan persoalan ini kepada hukum, apapun nanti hasilnya harus dihormati. Tidak usah mengerahkan massa,” ungkapnya saat berkunjung ke Ponpes Ponpes Darul Ulum II Al-Wahidiyah, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Rabu, 1 Agustus 2018.
Untuk mengantisipasi beberapa kemungkinan, pihaknya mengaku tidak perlu strategi khusus untuk menyikapinya, sebab sejauh ini para ulama di Madura sudah sepakat untuk menjaga kondusifitas Kota Bahari tetap aman. Bahkan pihaknya tidak ingin berandai-andai apabila nantinya akan terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah TPS sebagaimana tuntutan dari gugatan salah satu paslon ke MK.
“Jangan berasumsi lah, kita tunggu aja keputusan dari MK. Apapun segala sesuatunya, kami dari aparat keamanan sudah menyiapkannya,” tandasnya.
Seperti diketahui bahwa di Sampang sempat terjadi demo besar-besaran hingga terjadi aksi lempar batu. Insiden tersebut berkaitan dengan hangatnya pesta demokrasi Pilkada Serentak 2018. (Muhlis/SOE/VEM)