SAMPANG, koranmadura.com – Setelah beberapa waktu lalu mendemo Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Air Omben (Ampao) kembali melakukan aksi yang samq. Kali ini, Ampao mendatangi Kantor Bupati Sampang, Madura, Jawa Timur.
Massa memadati Kantor Bupati sekitar pukul 09.30 wib.
Alasan puluhan warga mendemo Kantor Bupati untuk mengadukan PDAM kepada Pj Bupati, Jonathan Judianto. Ampao menilai salah satu BUMD tersebut telah melanggar dan mengabaikan pelayanan hak-hak para pelanggan.
Meski tidak ditemui langsung oleh Pj Bupati, puluhan warga tetap berorasi dan menyampaikan sembilan tuntutannnya kepada pejabat Pemkab setempat agar disampaikan kepada pucuk pimpinannya.
“Pj Bupati harus segera menindaklanjuti persoalan ini. Karena kebutuhan air bersih itu mutlak bagi masyarakat @ampang,” teriak Korlap Aksi, Nur Hasan di halaman depan Pemkab Sampang, Selasa, 21 Agustus 2018.
Sementata sembilan tuntutan tersebut diantaranya yaitu agar PDAM segera membenahi suplai air kepada pelanggan di wilayah Omben. Segera pasang watermeter, segera lakukan roling petugas agar managemen yang dibangun PDAM lebih baik. Selain itu, mereka juga mengancan bahwa puluhan pelanggan di wilayah Omben tidak akan melakukan pembayaran terhadap beban biaya tiap bulannya.
“Ini lagi, kembalikan hak kami mengenai air pembuangan sumber Omben agar digunakan oleh petani. Dan kami minta penjelasan mengenai fungsi dan kegunaan sumur bor yang ada di Desa Sogian,” paparnya.
Pihaknya juga berharap kepada Pj Bupati, Direktur PDAM, dan dinas terkait agar segera turun ke lapangan supaya bisa melihat langsung kondisi masyarakat yang sedang membutuhkan air bersih di musim kemarau.
Sementara Asisten II Pemkab Sampang, Saryono saat menemui massa mengaku akan segera menyampaikan tuntutan para pendemo kepada Pj Bupati. “Secepatnya kami akan sampaikan kepada Pak Bupati,” janjinya.
Kemudian, pada kesempatan yang sama, Direktur PDAM Trunojoyo Samlang, Ach Fauzan tidak mengelak dan mengakui bahwa perusahaan yang dipimpinnya maasih dalam proses pembenahan. Pihaknya juga menyampaikan bahwa setiap pelanggan harus dipasang watermeter.
“Kami akan segera turun ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Omben,” pungkasnya.
Massa yang sudah mendengar penjelasan asisten II dan Dirut PDAM kemudian membubarkan diri dan kembali ke desanya masing-masing. (Muhlis/SOE/VEM)