SAMPANG, koranmadura.com – Aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Air Omben (Ampao) pada Selasa, 21 Agustus 2018 lalu membuahkan hasil. Pasalnya, Pj Bupati Sampang, Jonathan Judianto langsung turun ke lokasi.
Kooordinator Ampao, Nur Hasan mengaku sangat mengapresiasi terhadap Pj Bupati Sampang yang merespon persoalan air bersih di wilayah Kecamatan Omben.
“Kami salut sama beliau yang merespon aksi kami atas persoalan krisis air bersih di wilayah Omben. Meski malam beliau turun ke lokasi untuk melihat dan mengetahui persoalan di desa kami,” tuturnya, Sabtu, 25 Agustus 2018.
Sementara Pj Bupati Sampang, Jonathan Judianto saat dikonfirmasi berjanji akan menyelesaikan persoalan ait bersih yang terjadi di wilayah Omben. Sehingga untuk jangka pendeknya, pihaknya berjanji akan segera melakukan pemasangan watermeter dan melakukan roling petugas yang berada di Omben.
“Dan harus ada pengumuman standar biaya pemasangan air minum. Karena di Omben sendiri itu ada dua masalah, yaitu soal air irigasi dan air minum dalam satu pompa,” tuturnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa ada dua konsep yang akan diterapkan dalam pelayanannya, di antaranya melalui pompa dorong dan grafikasi dalam jangka panjang yang harus dipisahkan dengan tiitk pengeboran baru. Menurutnya, saat ini pihaknya telah mendapatkan bantuan pengeboran air dalam sebanyak enam unit dari pemerintah pusat.
“Sehingga nantinya pompa Omben itu, ada khusus irigasi dan pompa baru untuk air minum ditambah dengan pembenahan pelayanan di PDAM. Dan satu unit bantuan dari pusat itu bisa didorang ke wilayah Omben,” tegasnya.
Disisi lain Pak Jo sapaan akrabnya mengaku, persoalan kekurangan air bersih bukan hanya terjadi di wilayah Kecamatan Omben, melainkan juga terjadi di wilayah perkotaan Sampang. Menurutnya, masalah tersebut dikarenakan water lost terlalu tinggi serta manajemen dan penataan pengelolaan jaringan, meterisasi serta pengawasan yang lemah dan amburadul.
“Kami keberatan kalau masalah air minum di Sampang karena kapasitas potensi sumber air minum yang kurang. Malah sebaliknya, potensi air sangat cukup untuk kota Sampang. Tapi persoalannya karena memsng lerlu pembenahan managemen dan tata kelola air yang baik,” tandasnya. (Muhlis/SOE/VEM)