SAMPANG, koranmadura.com – Kabid Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya, Sri Purwaningsih menjelaskan, setelah melakukan pemantauan di lokasi pengerjaan diketahui bahwa kerusakan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) di sungai kali kamoning, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur, terjadi karena adanya sumber air yang belum terdeteksi sebelumnya.
Baca: Pancang Beton Sungai Kamoning Roboh, Pj Bupati: Karena Ada Titik Sumber Air
Dengan kondisi sumber air yang tidak bisa mengalir ke sungai, kemudian tanah menjadi jenuh sehingga terjadi tekanan aktif terhadap CCSP hingga terjadi sliping atau nyaris ambruk. “Sebenarnya sebelum pemancangan, kami sudah melakukan evaluasi kondisi kemanan bangunan. Dari perhitungan didapatkan baik saat sungai kondisi kosong, normal maupun banjir, piling itu masih aman. Dan memang sebelumnya disana tidak ada sumber yang terdeteksi. Makanya perlu dilakukan evaluasi kembali,” paparnya, Kamis, 20 September 2018.
Ditemukannya sumber air di lokasi, pihaknya mengaku akan mencari titik-titik sumber lainnya karena dikhawatirkan terdapat sumber air lainnya. Apabila nantinya ditemukan titik sumber lain, maka akan dilokalisir ke satu titik pompa sedot untuk dibuang ke sungai.
Menurutnya, CCSP sepanjnag 16 meter dipancang dengan kedalaman 10 meter berdasarkan perencanaan. Sedangkan 6 meter menjulang di atas tanah. Pihaknya menegaskan pelaksanaan pemancangan CCSP sungai Kali kamoning tidak ada kesalahan pelaksanaan.
“Secara perencanaan, kami mengkaji bahwa itu aman. Kajian geologi tanah pada titik itu tidak ada, namun kami ada titik terdekat dan kami pakai mengenai jenis tanah yang dikaji stabilitasnya. Jadi peristiwa itu murni faktor alam,” tuturnya.
Disinggung mengenai tes sondir tentang kepadatan tanah, pihaknya mengaku dalam pemasangan CCSP tidak harus menemukan tanah keras melainkan menggunakan dasar perhitungan friksen (kekuatan geser tanah). Sedangkan dalam perhitungan friksen diketahui pemasangan CCSP dengan kedalaman 10 meter dikategorikan aman.
“Kalau kami nanti mencari tanah keras itu tidak akan ketemu, karena posisi tanah disana sademennya cukup jelek. Dan kami tidak bisa melaksanakan CCSP sepanjang 20 meter. Jadi menurut hemat kami, CCSP tertancap kedalaman 10 meter, itu sudah aman,” terangnya.
Pagu anggaran pengerjaan paket proyek II penannggulangan banjir yaitu sebesar Rp 154 miliar yang kemudian dimengankan pemenang tender oleh PT Rudi Jaya KSO PT Jati Wangi senilai Rp 149 miliar (nilai kontrak).
Baca: Roboh, Komisi III Nilai Pemancangan Beton Sungai Kamoning Tak Sesuai Tes Sondir
Sementara Komisaris PT Jati Wangi, H Moh Nuri mengaku akan memperbaiki kerusakan CCSP yang hampir roboh, sebab saat ini proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan.
“Kami akan perbaiki, karena semua itu tanggungjawab rekanan. Selama itu bisa dicabut ya kami cabut dan akan diganti yang baru. Dan saat ini peristiwa itu masih dalam kajian,” singkatnya. (MUHLIS/ROS/VEM)