SAMPANG, koranmadura.com – Meski mempunyai debit air yang deras, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumber Payung di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, belum juga sepenuhnya dirasakan masyarakat wilayah utara seperti warga di Kecamatan Robatal dan Karang Penang.
Proyek yang bersumber dari APBN dengan biaya hingga Rp 40 miliar itu masih akan dilakukan penambahan pipa distribusi yang rencananya akan difokuskan ke wilayah Kecamatan Robatal yang akan dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 senilai Rp 1,2 miliar.
“Sumber payung kapasitasnya 162 liter per detik pada musim kemarau kalau musim penghujan ya bisa lebih. Namun yang masih termanfaatkan masih 50 liter per detik untuk air minum yang terbagi dalam tiga pompa masing-masing 25, 15, dan 10 liter per detik. Dan pompa ini yang berjalan masih satu pompa,” tutur Pj Bupati Sampang, Jonathan Judianto, Senin, 10 September 2018.
Menurutnya, dari satu pompa yang terpakai kemudian ditampung ke sistem pengolahan air (Ipal). Dari pengolahan air kemudian disalurkan ke wilayah ke Kecamatan Ketapang dengan jangkauan hingga 1.200 titik pengguna serta mengarah ke wilayah Kecamatan Robatal yang saat ini hanya bisa ditampung di penampungan umum Kecamatan Robatal.
Namun demikian, dari jaringan ke Wilayah Kecamatan Ketapang juga akan dibuka pipa sambungan penampungan dengan menggunakan pompa dorong yang diproyeksikan mampu menjangkau hingga 800 titik di dua Dusun yang berada di Desa Ketapang Timur.
“Nah dari titik penampungan umum Robatal ini masih membutuhkan pipa distribusi untuk penyaluran ke warga, padahal apabila termanfaatkan sampai 50 liter per detik itu mampu menjangkau hingga 4000 titik. Tapi saat ini hanya termanfaatkan sebesar 15 liter per detik, itupun hanya di wilayah Kecamatan Ketapang. Untuk memanfaatkan hingga 50 liter per detik, kami menganggarkan sebesar Rp 1,2 miliar untuk penambahan pipa distribusi sepanjang 2 kilo meter ke arah Robatal,” ujarnya.
Lanjut Pak Jo, panggilan Bupati Sampang menjelaskan, dari pipa distribusi Robatal tersebut kemudian akan bisa dimanfaatkan untuk mengaliri ke rumah tangga yang nantinya akan dikelola oleh pihak PDAM. Sedangkan untuk arak kecamatan Karang Penang masih akna dianggarkan pada 2019 mendatang senilai Rp 2 miliar.
“Untuk ke Karang Penang nantinya menggunakan pompa dorong karena lokasi ke karang Penang nanjak. Kalau yang ke Robatal itu lokasinya rendah sehingga air langsung ngalir,” paparnya.
Lebih jauh, Pak Jo mengatakan, dari sekian rencana tersebut nantinya akan direncanakan untuk pengusulan ke Pusat senilai Rp 4 miliar.
“Tapi yang jelas, dengan idel debet air sebesar 2800 liter per detik apabila danfaatkan kesemuanya akan mampu mengatasi kekeringan di tiga Kecamatan ini. Tapi karena pipa jaringannya tidak ada dan managemen pengelolaannya kurang, sehingga terjadi kekurangan air. Padahal apabila dikelola dengan baik, PDAM mampu dapat Rp 1,4 miliar per tahun. Perhitungan itu kami kurangi waterloss sebesar 30 persen. Sekali lagi, kalau persoalan ini selesai maka problem kekurangan air di tiga kecamatan akan tuntas,” terangnya. (MUHLIS/ROS/VEM)