LHOKSUMAWE, koranmadura.com – Yusni Dharma (33), warga Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Dia ditangkap setelah menyaru sebagai prajurit TNI dan membawa kabur emas milik warga.
Setelah diselidiki, tersangka juga merupakan napi kasus penipuan yang melarikan diri dari Lapas Kelas II A Lhokseumawe sejak 13 Juni 2018 lalu.
“Dia mengaku sebagai TNI di jajaran Kodim 0103 Aceh Utara berpangkat Praka kepada para korban. Padahal, dia adalah personel TNI gadungan. Setelah berlagak prajurit, dia memperdaya warga dan melarikan emas milik mereka,” kata Kapolsek Banda Sakti Utu Arief Sukmo Wibowo dalam keterangannya, Selasa (11/9/2018).
Tiga warga yang menjadi korbannya itu adalah Muslem Usman (56), Marlina (36) dan Wandi (38) ketiga warga Aceh Utara, Aceh. Emas milik warga yang ditipu tersebut dijual dan dipergunakan untuk bermain judi.
Dalam melancarkan aksinya, tersangka awalnya mengaku sebagai Intel TNI. Dia berpura-pura mencari sebidang tanah dan daun rumbia atas perintah atasannya. Dia mencari korban dan memintanya datang ke Makodim agar menjumpai komandannya untuk mengambil uang muka.
“Setiba korban di depan Makodim Aceh Utara. Tersangka selanjutnya menipu korbannya. Dia meminta kepada korban agar menyerahkan semua perhiasan yang dibawa mereka. Modusnya, tidak boleh masuk Makodim menggunakan perhiasan,” sebut Arief.
Setelah mendapat perhiasan korban, tersangka kemudian pergi dengan alasan melaporkan kepada komandannya sedangkan korban diminta tunggu di Lapangan Sudirman tepatnya di depan Makodim setempat dan tersangka pun tak kunjung balik.
“Aksi tersebut mulai dilakukan sejak tiga bulan yang lalu. Barang bukti yang diamankan yakni satu unit sepeda motor, sepasang sepatu, empat lembar surat emas dengan total kerugian mencapai Rp15,9 juta. Kita juga sedang mengejar penampung emas hasil penipuan tersebut,” tambah Arief.
Terkait berhasil kabur dari Lapas, tersangka mengaku karena petugas Lapas setempat memberi kepercayaan kepadanya untuk bekerja. Pada waktu itu dia ribut dengan petugas lalu pergi dan tidak kembali lagi ke Lapas. (DETIK.com/ROS/VEM)