SAMPANG, koranmadura.com – Ambruknya sebagian titik Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) Sungai Kali Kamoning di Jalan Teratai mendapat kritikan pedas dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Madura, Jawa Timur.
Bahkan Komisi III menyebut proyek senilai Rp149 miliar itu hanya sebagai kelinci percobaan.
“Kan sudah dikatakan sama petugas teknis lapangannya bahwa tes sondir kepadatan tanah di sana berada di kedalaman 20 meter. Mestinya, perencanaan pemasangan sheet pile harus mengikuti ke kedalaman 20 meter. Apabila tidak ada sheet pile 20 meter harusnya dilakukan konstruksi sheet pile penyambungan. Namun asumsi mereka ke dalaman 10 meter sudah dalam titik aman, tapi kenyataannya ada yang miring kan. Jadi kami anggap proyek sheet pile proyek percobaan karena tidak sesuai dengan analisa teknisnya,” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Sampang, Moh Anwar Sanusi.
Menurut Anwar, apabila hendak membangun kontruksi gedung maupun jembatan, maka terlebih dulu dilakukan tes sondir. Sama halnya dengan pemancangan beton di Kali Kamoning. Namun yang ada sebaliknya.
“Karena pemancangan beton itu memang harus dites sondir, kalau tidak, malah tambah fatal lagi. Karena sebelum melakukan kegiatan pasti dilakukan beberapa tahapan seperti survei, uji kelayakan dan semacamanya. Nah referensi itu baru dijadikan acuan untuk merencanakannya, jadi apabila tekstur tanahnya lembek seperti itu maka kontruksinya pun seperti itu. Namun kenyatan di lapangan sebaliknya,” kata sembari memberikan gambaran. (MUHLIS/SOE/VEM)