SUMENEP, koranmadura.com – Proyek pembangunan rumah sakit di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah dimulai sejak awal tahun atau sudah berjalan delapan bulan.
Meski begitu, hingga sekarang progresnya masih sekitar 10 persen dari yang seharusnya telah mencapai sekitar 25 persen. Artinya, proses pembangunan tersebut mengalami keterlambatan.
“Progres pembangunan rumah sakit yang di Arjasa sekitar 10 persen. Mestinya sekarang sudah mencapai 25 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, A. Fatoni.
Dia menjelaskan faktor keterlambatan itu, yakni karena rumah sakit di sana dibangun di atas lahan yang sebelumnya jadi kebun kelapa. Sehingga, meski pohonnya telah ditebang, akarnya harus dibersihkan lebih dulu.
“Sebelum dibangun pondasi, saya minta supaya semua akan pohon kelapa yang telah ditebang diambil dulu. Karena kalau tidak diambil, khawatir nanti akarnya jadi tempat rayap,” tambah Fatoni.
Lebih lanjut, Fatoni mengungkapkan bahwa pihaknya sudah meminta kepada pelaksana agar mempercepat pekerjaan rumah sakit yang anggarannya mencapai puluhan miliar itu.
“Apalagi sekarang batanya sudah terangkut semua. InsyaAllah akhir September ini progresnya akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)