SUMENEP, koranmadura.com – Tiga nelayan asal Desa Bancamara, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Sumemep, Madura, Jawa Timur dilaporkan hilang setelah ditabrak kapal takbut (pengangkut batu bara). Tiga nelayan itu diantaranya Dahyu, Encing dan Musa.
Terungkapnya peristiwa itu setelah Polsek Manding mendapat laporan dari Mis, salah satu nelayan yang selamat pada Senin, 10 September 2018.
Berdasarkan keterangan Mis kepada petugas, peristiwa itu terjadi saat dirinya bersama tiga temannya yang hilang sedang mancing di perairan Kecamatan/Pulau Kangean pada Senin, 3 September 2018.
“Mereka mencari ikan di Pulau Payangan, letaknya sekitar 15 mil dari Pulau Sapudi,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep IPDA Agus Suparno.
Saat itu, kata Agus, mereka memancing hingga pukul 00.00 Wib. Namun ketika mereka memancing perahu yang ditumpanginya ditabrak kapal takbut. Kemudian Mis dan tiga rekannya terpental ke tengah laut. “Saat itu kapal takbut dalam posisi kosong (muatan kosong) dengan tujuan ke Kalimantan,” jelasnya.
Setelah terpental, mereka sempat memegang tali tambang yang terikat pada kapal takbut. Namun beberapa menit kemudian tiga nelayan yakni, Encing, Musa dan Dahyu lepas. “Sementara Mis tetap bertahan hingga sampai di Kalimantan,” jelasnya.
Sesampainya di Kalimantan kata Agus, Mis dinaikan ke atas kapal takbut oleh nakhoda. “Kemudian oleh nakhoda Mis diberi uang Rp 1 juta, kemudian Mis langsung di antar ke bandara di Balikpapan untuk menuju Surabaya,” jelasnya.
Pada Minggu, 9 September 2018 mis tiba di Surabaya dan pulang ke Sumenep menggunakan mobil travel. “Sesampainya di Sumenep Mis pulang ke rumah saudaranya Rimuna di Desa Ellak Laok dan baru pulang ke rumahnya pada Senin, 10 September kemarin,” tegasnya.
Sementara nasib ketiga nelayan lainnya hingga saat ini belum diketahui. (JUNAIDI/ROS/VEM)