SUMENEP, koranmadura.com – Seorang jemaah haji asal Kecamatan/Pulau Masalembu, Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum bisa balik ke kampung halamannya. Pasalnya, tas sahara yang berisi barang bawaan jemaah haji atas nama Suti’a binti Hasan itu tertinggal di Mekkah.
Sehingga jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 10 itu harus tinggal di Kecamatan Daratan Sumenep. “Rombongan kami dari Masalembu belum bisa pulang, karena sahara ibu tertinggal di Mekkah,” kata Moh. Salam putra Suti’ah pada wartawan, Sabtu, 1 September 2018.
Berdasarkan informasi dari pihak Kemenag Sumenep, kata Salam, sahara milik ibunya masih dalam proses pengiriman. Diperkirakan akan sampai dua atau tiga hari mendatang. “Diprediksi sampai di Sumenep pada hari Senin dan Selasa ini,” ujarnya.
Perjalanan dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Masalembu bisa ditempuh dengan perjalanan laut sekitar 13 jam dalam kondisi normal.
Kasi Haji dan Umroh Kemenag Moh. Rifa’i Hasyim melalui stafnya, H. Deny Aditria Arifianto membenarkan jika ada satu koper jemaah haji kloter 10 tertinggal di Jedah, Arab Saudi. Penyebab, sahara tersebut tidak kebagian stiker bagasi pesawat.
“Memang benar, tapi berita terakhir dari Ketua Kloter 10, InsyaAllah tas tersebut akan diikutkan di kloter sub 15 yang dijadwalkan mendarat di juanda siang ini pukul 14.10 WIB,” kata H. Deny.
Sebagaimana diketahui, jumlah jemaah haji Sumenep sebanyak 681 orang, terbagi dalam tiga kloter, yakni kloter 10 sebanyak 221 jemaah, kloter 11 sebanyak 445 jemaah, dan 15 jemaah masuk kloter campuran dengan wilayah lain di Jawa Timur, yakni kloter 33. Kloter 10 telah tiba di Sumenep pada Kamis malam, dan kloter 11 telah tiba di Jumat, 31 Agustus 2018. (JUNAIDI/ROS/DIK)