SAMPANG, koranmadura.com – Pj Bupati Sampang, Madura, Jawa Timur, Jonathan Judianto mengatakan hasil OTT pasar Srimangunan yang dilakuknan oleh tim Satgas Saber Pungli Sampang tidak boleh dilihat dari besar kecilnya.
Menurut Jonathan, ini sebagai upaya memebangun kinerja pelayanan publik yang lebih baik.
“Jangan lihat besar kecilnya dulu, tapi lihatlah bahwa itu sebagai upaya membangun kinerja,” tutur Pj Bupati Sampang, Jonathan Judianto kepada awak media, Selasa, 4 September 2018.
Tidak hanya itu, Pak Jo sapaan akrabnya mengatakan, adanya OTT di pasar Srimangunan juga sebagai upaya pembenahan pelayanan publik, sebab selama ini target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pasar selalu tidak terpenuhi.
“Jadi hormati yang dilakukan oleh Tim Saber pungli karena yang dilakukannya merupakan satu langkah maju dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Sehingga sektor lainnya juga harus berhati-hati kalau mau melakukan hal yang sama,” pungkasnya.
Untuk diketahui, penanganan perkara kasus OTT pasar Srimangunan saat ini sudah masuk ke tahap penanganan oleh bagian Yustisi Satgas Saber Pungli Sampang. Dalam OTT ini tim mengamankan uang total Rp 591 ribu dengan rincian dari tangan Moh Sjafi ditemukan 56 karcis tersobek dengan besar nilai uang sebesar Rp 164.500.
Selain itu, dari tangan Moh Hariri ditemukan sebendel karcis yang tersobek sebanyak 81 lembar dengan jumlah uang senilai Rp 280.500. Kemudian dari Ach Faisol 37 lembar tersobek dengan nilai uang sebesar Rp 146.000. Ketiganya memegang sebanyak 1 bendel atau 100 lembar karcis penarikan retribusi pasar untuk pedagang polowijo di pasar Srimangunan.
Dalam kasus OTT pasar Srimangunan ini melibatkan tiga orang yang sudah ditetakan sebagai tersangka oleh bagian penyidik yaitu Moh Sjafi (51), petugas retribusi berstatus PNS, Moh Hariri (38) dan Ach Faisol (45) yang keduanya berstatus honorer yang di SK oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) setempat. (MUHLIS/SOE/DIK)