SUMENEP, koranmadura.com – Dari 41 warga Desa Tonduk, Kecamatan/Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu dan telah tiba di Sumenep, 11 di antaranya adalah anak-anak.
Saat ini mereka masih istirahat di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep di Desa Pabian, Kecamatan Kota. Di sana, anak-anak ini tampak sudah kembali ceria. Lalu, bagaimana nasib pendidikan mereka setelah tiba di kampung halamannya nanti?
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiyadi mengungkapkan, pihaknya akan memberikan kemudahan kepada anak-anak yang menjadi korban bencana di Palu untuk melanjutkan sekolahnya ketika sudah tiba di kampung halamannya (Desa Tonduk).
“Untuk anak-anak yang menjadi korban ini, nanti kami akan upayakan ada kemudahan saat akan mendaftar sekolah di kecamatan asalnya, sesuai dengan proses pendidikan yang telah mereka jalani di Palu,” kata dia, saat meninjau puluhan korban di RPS Dinsos, 8 Oktober 2018.
Seperti diketahui, puluhan warga Desa Tonduk yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu tiba di Sumenep dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka terdiri dari 30 orang dewasa dan 11 anak-anak.
Dari Palu, para korban ini tidak langsung ke Sumenep. Mereka transit di Balikpapan, Kalimantan Timur, lebih dulu sebelum dipulangkan menggunakan kapal barang menuju Surabaya. “Dari Surabaya kami dijemput dan tiba tadi sekitar pukul 2,” kata salah seorang korban, Thariq. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)