SUMENEP, koranmadura.com – Masyarakat nelayan di Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Sumnep, Madura, Jawa Timur, menggelar acara “nyalameti dhisa”, Sabtu 13 Oktober 2018. Mereka berharap dijauhkan dari segala bencana, seperti gempa dan tsunami.
Dalam acara ini, masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan menggelar Khataman Alquran serta membaca selawat yang diakhiri dengan doa bersama. Acara tersebut berlangsung di pinggir pantai Desa Aengdake.
Uniknya, setelah semua itu dilakukan masyarakat secara bersama-sama naik ke atas perahu yang telah dihias warna warni. Mereka kemudian melakukan konvoi perahu ke tengah laut.
Salah seorang tokoh masyarakat, Abd. Rofiq menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan puncak dari kegiatan Khataman Alquran yang telah dilakukan masyarakat setempat di setiap masjid dan musala masing-masing dusun pasca terjadinya gempa beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, Kamis dini hari lalu, 11 Oktober 2018, Kabupaten Sumenep diguncang gempa. Daerah paling parah terdampak ialah di Pulau Sapudi. Tiga orang meninggal, puluhan luka-luka dan ratusan bangunan rusak akibat gempa.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dijauhkan dari segala bentuk musibah seperti gempa dan tsunami yang akhir-akhir ini banyak terjadi di beberapa daerah,” kata dia.
Di samping itu, Rofiq menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut juga sebagai bentuk syukur masyarakat atas hasil tangkapan ikan yang menjadi penghasilan sehari-hari para nelayan selama ini. “Semoga ke depan hasil tangkapan nelayan semakin melimpah dan mereka diberi keselamatan saat di laut,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)