PAMEKASAN, koranmadura.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam, menanggapi omongan politikus PKS Harun Suyitno, yang menyatakan progran unggulan Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) tidak masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019.
PKS salah satu partai pengusung Berbaur pada Pilkada serentak yang berlansung pada tanggal 27 Juni 2018 lalu, PKS bersama PKB dan PAN, dan Gerinda sukses mengantarkan Berbaur menjadi pemimpin Pamekasan.
“Itu anggota dewannya surah belajar dech, bilang dari saya suruh belajar lagi,” kata Baddrut Tamam pada awak media, Rabu, 31 Oktober 2018.
Menurut politikus PKB tersebut, saat ini tidak ada lagi partai koalisi, yang ada hanya koalisi rakyat Pamekasan.
“Kalau ada beberapa anggota dewan yang bilang begitu, suruh belajar lagi ke saya,” bebernya.
Sebelumnya, Harun Suyitno menyinggung program unggulan Berbaur yang ingin menciptakan 10.000 pengusaha baru serta memberikan dana Rp 500 sampai Rp 1 miliar perdesa setiap tahun. Menurut Harun, program tersebut tidak terakomodir di APBD 2019.
“Jangan sampek 100 hari tidak ada satupun program yang tampak dan menyentuh pada masyarakat,” tutur Harun Suyitno, anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Selasa, 29 Oktober 2018. (RIDWAN/SOE/VEM)