SUMENEP, koranmadura.com – Setiap tanggal 1 Oktober kita tak pernah alpa memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Bahkan upacara-upacara digelar untuk menghormatinya. Namun, untuk menjaga Pancasila dari gangguan-gangguan bahaya laten komunisme, tentu tak sekadar lewat seremonial belaka, tetapi perlu diimplementasikan secara nyata.
Begitulah yang disampaikan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat diwawancarai oleh koranmadura.com dalam memaknai Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Senin, 1 Oktober 2018 hari ini. Dalam hemat Wabup muda itu, nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan dan dikembangkan dalam berbagia hal. Lebih-lebih dalam menjaga persatuan Indonesia.
“Nilai-nilai Pancasila harus dikembangkan dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa. Biar Hari Kesaktian Pancasila tak sekadar seremonial, tetapi benar-benar sakral,” katanya, Senin, 1 Oktober 2018.
Apalagi kata Wabup, kita akan menghadapi tahun politik (Pilpres dan Pileg) Pemilihan Umum 2019 mendatang. Sehingga sangat penting bagi kita untuk saling mengingatkan guna menjaga persatuan dan kesatuan, serta menghindari perpecahan karena perbedaan.
Suami Nia Kurnia Fauzi itu pun mengajak semua pihak untuk kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila. “Pesta demokrasi lima tahunan seperti Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif adalah kegiatan rutin yang tak boleh jadi momen perpecahan. Sebaliknya, harus jadi momen memperkuat persaudaraan,” jelasnya.
Fauzi menambahkan, perbedaan suku, agama, rasa dan antar golongan adalah rahmat bagi kita. “Perbedaan itu tak boleh dikedepankan. Tapi harus jadi pemersatu dalam bingkai keberagaman,” ujarnya
Kenapa Hari Kesaktian Pancasila diperingati? Kata Fauzi melanjutkan, itu bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang gugur, khususnya Pahlawan Revolusi. Dan juga bentuk kewaspadaan kepada bahaya laten yang bisa muncul setiap saat, seperti bahaya komunisme.
“Mari waspada agar tidak terjadi lagi. Karena hal demikian bukanlah perbuatan yang manusiawi dan upaya menghancurkan Pancasila. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tegas politisi PDIP ini. (SOE/DIK)