PAMEKASAN, koranmadura.com – Belakangan ini masyarakat Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Akibat kelangkaan tersebut harga tukar elpiji melon itu lebih mahal dari biasanya.
Harga elpiji 3 kilogram normalnya adalah Rp 16 ribu, tetapi di tingkat masyarakat justru dijual Rp 18 ribu, atau bahkan Rp 20 ribu per tabung.
Lalu apa penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram di Pamekasan?
Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Apik mengatakan kelangkaan elpiji 3 kilogram di Pamekasan sangaja dilakukan oleh sejumlah pangkalan elpiji.
Fakta itu terungkap setelah komisi II DPRD Pamekasan intens melakukan sidak ke sejumlah pangkalan elpiji serta menanyakan langsung kepada masyarakat.
“Kami sudah beberapa kali melakukan sidak ke bawah, sekaligus mempertanyakan keluhan masyarakat. Ternyata, ada dugaan bahwa kelangkaan elpiji itu ada permainan dari pangkalan,” kata Apik, Selasa, 2 Oktober 2018.
Menurutnya, hingga saat ini harga elpiji di Pamekasan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Khususnya di tingkat masyarakat.
“Harga normalnya Rp 16 ribu, tapi di bawah ada yang Rp 18 hingga 20 ribu. Kelangkaan ini sangaja dilakukan untuk dimanfaatkan oknum pangkalan,” ungkap Apik. (RIDWAN/SOE/DIK)